19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat

Bumi adalah planet dimana kita menghabiskan hidup sebagai manusia, bumi merupakan planet ketiga dari matahari setelah markurius (mercury) dan venus. bumi merupakan planet terbesar ke lima dari delapan planet dalam tata surya, dari yang terbesar Jupiter-Saturnus(saturn)-Neptunus(neptune)-Uranus-Bumi(earth)-Venus-Mars-Markurius(mercury). Dalam artikel ini kita hanya berfokus pada bumi. banyak pertanyaan seputar bumi, contohnya : Bagaimana sih bumi bisa terbentuk? Mengapa manusia hidup di bumi ? bukan di planet lain ? Apa bentuk bumi sebenarnya bulat atau datar ? wkwkwk sebelum semakin ngawur pertanyaannya langsung saja kita bahas 19 penjelasan untuk memahami bumi lebih dekat.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Bumi
1. Nama Dan Etimologi Bumi
     Dalam bahasa inggris modern, kata benda earth dikembangkan dari kata bahasa inggris pertengahan erthe pada tahun 1137 yang berasal dari kata bahasa inggris kuno eorthe sebelum tahun 725. Dalam bahasa indonesia kata bumi berasal dari bahasa Sangsekerta bhumi, yang berarti tanah.

2. Kronologi Pembentukan Bumi
          Materi paling awal yang ditemukan di tata surya berusia 4,5672 -+ 0,0006 miliar tahun. dengan demikian bumi diperkirakan terbentuk akibat akresi yang terjadi pada masa itu, sekitar 4,54-+0,04 miliar tahun yang lalu. Secara teori nebula surya memisahkan volume awan molekul akibat keruntuhan gravitasi, yang mulai berputar dn berpencar di cakram sirkumstelar dan kemudian planet-planet (bumi) terbentuk bersamaan dengan bintang (matahari). Untuk teori-teori pembentukan bumi dan tata surya akan dibahas di artikel berikutnya.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Teori Terbentuknya Bumi

3. Sejarah Geologi Bumi
        Lautan dan atmosfer bumi terbentuk akibat aktivitas vulkanis dan pelepasan gas, termasuk uap air. lautan terbentuk karena proses kondensasi yang dipadukan dengan penambatan es dan sir yang dibawa oleh asteroid, protoplanet, dan komet. 3,5 miliar tahun yang lalu medan magnet bumi terbentuk. Dalam skala waktu yang berlangsung selama ratusan juta tahun, superbenua telah terbentuk dan terbelah sebanyak tiga kali. Sekitar 750 juta tahun yang lalu, salah satu superbenua paling awal yang diketahui, Rodinia, mulai terpisah. Benua yang terpisah kemudian membentuk Pannotia (600-540 juta tahun yang lalu) dan pangaea yang juga terpecah pada 180 juta tahun yang lalu. pada periode zaman es dimulai sekitar 40 juta tahun yang lalu, dan kemudian meluas pada masa Pleistosen sekitar 3 juta tahun yang lalu. wilayah yang terletak pada lintang tinggi telah mengalamai siklus glasiasi dan pencairan es berkali-kali, yang berulang setiap 40-100.000 tahun. Glasiasi benua terakhir terjadi 10.000 tahun yang lalu.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Sejarah Geologi Bumi

4. Skala Waktu Geologi Bumi
         Skala waktu geologi digunakan oleh para ahli geologi dan ilmuan untuk menjelaskan waktu dan hubungan antar peristiwa yang terjadi sepanjang sejarah bumi. bukti-bukti dari penanggalan radiometri menunjukan bahwa bumi berumur sekitar 4.570 juta tahun. waktu geologi bumi disusun menjadi beberapa unit menurut peristiwa yang terjadi pada tiap periode. masing-masing zaman pada skala waktu biasanya ditandai dengan peristiwa besar geologi atau paleontologi, seperti kepunahan masal. sebagai contoh antara zaman kapur dan paleogen didefinisikan dengan peristiwa kepunahan dinosaurus dan berbagai spesies laut. Periode yang lebih tua, yang tak memiliki peninggalan fosil yang dapat diandalkan perkiraan usianya, didefinisikan dengan umur absolut.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Skala Waktu Geologi Bumi

5. Masa Depan Bumi
         Perkiraan mengenai berapa lama lagi bumi yang kita cintai ini sanggup menopang kehidupan berkisar dari 500 juta tahun hingga 2,3 miliar tahun dari sekarang. masa depan bumi berkaitan erat dengan matahari. Luminositas matahari akan meningkat sebesar 10% dalam waktu 1,1 miliar tahun ke depan dan 40% dalam waktu 3,5 miliar tahun. peningkatan radiasi yang mencapai bumi cenderung memiliki dampak yang mengerikan, termasuk menghilangkan lautan di planet ini.

Meningkatnya suhu di permukaan bumi akan mempercepat siklus CO2 anorganik, mengurangi konsentrasi yang akan menyebabkan kematian tanaman di bumi, yang diperkirakan terjadi 500-900 juta tahun ke depan.

Matahari akan berevolusi menjadi raksasa merah sekitar 5 miliar tahun lagi. radius matahari diperkirakan akan lebih luas 250 kali dari radius sekarang atau sekitar 1 AU (150.000.000 km). lalu orbit bumi akan rusak karena efek pasang surut dan daya tarik matahari sehingga bumi akan memasuki atmosfer matahari dan menguap akibat panas. setelah peristiwa itu terjadi inti matahari akan luruh menjadi katai putih dan lapisan luarnya dimuntahkan ke angkasa menjadi nebula planet. dan dikemudian hari mungkin akan membentuk planet generasi baru dan benda langit lainnya.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Masa Hidup Matahari

6. Rotasi Bumi
    Rotasi bumi adalah gerakan berputar planet bumi pada sumbunya. bumi berputar ke arah timur atau jika dilihat dari utara melawan arah jarum jam.
Akibat pergerakan pada sumbunya setiap daerah dibumi mengalami siang dan malam, walupun dengan panjang siang dan malam yang bisa berbeda-beda.masa rotasi bumi pada sumbunya adalah 23 jam 56 menit 4.091 detik. namun perputaran ini perlahan terus melambat karena pengaruh gravitasi bulan. hal ini bisa dilihat dari melambatnya satu hari pada masa kini sebesar 1.7 milidetik dibanding seabad yang lalu.

Baca Juga :-Pengertian Dan Gambar Macam-macam Benda Luar Angkasa
                  -Bagaimana Para Astronom Bisa Mengetahui Bentuk Galaksi Bimasakti dan Memotretnya Sedangkan Bumi Berada Didalamnya ?

Perhitungan Rotasi Bumi
Diameter bumi = 12.756.274 km
Lingkar bumi = (phi) x (diameter) = 3,1415 x 12.756.274 km = 40.073,83 km
Kecepatan Rotasi = 40.073,83 km : 24 jam = 1.669,97 km/jam
Jadi kecepatan bumi diatas permukaan katulistiwa = 1.669,97 km/jam.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Rotasi Bumi

7. Revolusi Bumi
        Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. revolusi bumi merupakan akibat tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan gaya gravitasi bumi.
Kala revolusi bumi dalam satu kali mengelilingi matahari adalah 365 hari.

Perhitungan Revolusi Bumi
Jarak bumi mengelilingi matahari = 941.700.000 km
Waktu Revolusi bumi = 365 hari x 24 jam = 8760 jam
Kecepatan Revolusi bumi = 941.700.000 km : 8760 jam = 107.500 km/jam

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Revolusi Bumi

8. Kemiringan Sumbu Bumi
     Dalam astronomi, kemiringan sumbu (juga disebut oblikuitas) adalah sudut antara sumbu rotasi benda dan garis perpendikuler terhadap bidang orbitnya. Kemiringan sumbu berbeda dengan inklinasi.
Untuk mengukur oblikuitas, gunakan aturan genggam tangan kanan untuk gerakan rotasi dan orbit, yang berarti garis dari verteks di pusat benda sampai kutub utaranya (di atasnya benda tampak berotasi berlawanan arah jarum jam); dan garis yang digambar dari verteks pada arah normal terhadap bidang orbitnya (di atasnya benda bergerak berlawanan arah jarum jam di orbitnya). Pada nol derajat, garis-garis ini mengarah ke arah yang sama.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Kemiringan Sumbu Bumi

9. Bentuk Bumi
    Bentuk bumi kira-kira menyerupai sferoid pepat, bola yang bentuknya tertekan pipih di sepanjang seumbu dari kutub ke kutub sehingga terdapat tonjolan disekitar khatulistiwa. tonjolan ini muncul akibat rotasi bumi yang menyebabkan diameter khatulistiwa 43 km lebih besar dari diameter kutub ke kutub. karena hal ini, titik terjauh permukaan bumi dari pusat bumi adalah gunung api Chimborazo di Ekuador yang berjarak 6,384 km dari pusat bumi, atau sekitar 2 km lebih jauh jika dibandingkan dengan gunung Everest. Diameter rata-rata bulatan bumi adalah 12.742 km.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Bentuk Bumi
10. Komposisi Kimiawi
      Masa bumi adalah sekitar 5,98 x 1024 kg. komposisi bumi sebagian besarnya terdiri dari besi (32,1%), oksigen (30,1%), silikon (15,1%), magnesium (13,9%), belerang (2,9%), nikel (1,8%), kalsium (1,5%), dan aluminium (1,4%), sisanya terdiri dari unsur-unsur lainya (1,2%). Akibat segregasi massa, bagian inti bumi diyakini mengandung besi (88,8%), dan sejumlah kecil nikel (5,8%), belerang (4,5%) dan kurang dari 1% unsur-unsur lainya.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
11. Struktur Dalam Bumi
       Interior bumi seperti halnya planet kebumian lainnya, dibagi menjadi sejumlah lapisan menurut kandungan fisika atau kimianya. namun tidak seperti planet kebumian lainnya, bumi memiliki inti luar dan inti dalam yang berbeda. lapisan luar bumi secara kimiawi berupa kerak padat silikat yang diselimuti oleh mantel viskose padat. kerak bumi dipisahkan dari mantel oleh diskontinuitas mohorovicic dengan ketebalan kerak yang bervariasi, ketebalan rata-rata 6 km dibawah lautan dan 30-50 km dibawah daratan.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id

12. Lempeng Tektonik Bumi
      Lapisan luar Bumi yang berbentuk lapisan kaku, disebut dengan litosfer, terpecah menjadi potongan-potongan yang disebut dengan lempeng tektonik. Lempeng-lempeng ini merupakan segmen kaku yang saling berhubungan dan bergerak pada salah satu dari tiga jenis batas lempeng. Ketiga batas lempeng tersebut adalah batas konvergen, tempat dua lempeng bertumbukan; batas divergen, tempat dua lempeng saling menjauh; dan batas peralihan, tempat dua lempeng saling bersilangan secara lateral. Gempa bumi, aktivitas gunung berapi, pembentukan gunung, dan pembentukan palung laut terjadi di sepanjang batas lempeng ini. Lempeng tektonik berada di atas astenosfer, lapisan mantel yang bentuknya padat tetapi tidak begitu kental, yang bisa mengalir dan bergerak bersama lempeng, dan pergerakan ini disertai dengan pola konveksi di dalam mantel Bumi.

Karena lempeng tektonik berpindah di seluruh Bumi, lantai samudra mengalami penunjaman di bawah tepi utama lempeng pada batas konvergen. Pada saat yang bersamaan, material mantel pada batas divergen membentuk punggung tengah samudra. Perpaduan kedua proses ini secara berkelanjutan terus mendaur ulang kerak samudra kembali ke dalam mantel. Karena proses daur ulang ini, sebagian besar lantai samudra berusia kurang dari 100 juta tahun. Kerak samudra tertua berlokasi di Pasifik Barat, yang usianya diperkirakan 200 juta tahun. Sebagai perbandingan, kerak benua tertua berusia 4.030 juta tahun.

Tujuh lempeng utama di Bumi adalah Lempeng Pasifik, Amerika Utara, Eurasia, Afrika, Antartika, Lempeng Indo-Australia, dan Amerika Selatan. Lempeng terkemuka lainnya adalah Lempeng Arab, Lempeng Karibia, Lempeng Nazca di pantai barat Amerika Selatan, dan Lempeng Scotia di Samudra Atlantik selatan. Lempeng Australia menyatu dengan Lempeng India kira-kira 50 sampai 55 juta tahun yang lalu. Lempeng dengan pergerakan tercepat adalah lempeng samudra; Lempeng Cocos bergerak dengan laju kecepatan 75 mm/tahun,[65] dan Lempeng Pasifik bergerak 52–69 mm/tahun. Sedangkan lempeng dengan pergerakan terlambat adalah Lempeng Eurasia, dengan laju pergerakan sekitar 21 mm/tahun.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id

13. Permukaan Bumi
      Permukaan Bumi bervariasi dari tempat ke tempat. Sekitar 70,8% permukaan Bumi ditutupi oleh air, dan terdapat banyak landas benua di bawah permukaan laut. Luas permukaan Bumi yang ditutupi oleh air setara dengan 361,132 km2 (139,43 juta sq mi). Permukaan Bumi yang terendam memiliki bentang pegunungan, termasuk rangkaian punggung tengah samudra dan gunung api bawah laut, bentang lainnya adalah palung laut, lembah bawah laut, dataran tinggi samudra, dan dataran abisal. Sisanya, 29,2% (148,94 km2 atau 57,51 juta sq mi) permukaan Bumi dilingkupi oleh daratan, yang terdiri dari pegunungan, padang gurun, dataran tinggi, pesisir, dan geomorfologi lainnya.

Permukaan Bumi mengalami pembentukan kembali pada periode waktu geologi karena aktivitas tektonik dan erosi. Permukaan Bumi yang terbentuk atau mengalami deformasi akibat tektonika lempeng merupakan permukaan yang mengalami pelapukan oleh curah hujan, siklus termal, dan pengaruh kimia. Glasiasi, erosi pantai, pembentukan terumbu karang, dan tubrukan meteorit besar merupakan beberapa peristiwa yang memicu pembentukan kembali lanskap permukaan Bumi.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id

14. Hidrosfer Bumi
      Ketersediaan air yang begitu banyak di permukaan Bumi merupakan hal unik yang membedakan "Planet Biru" dengan planet lainnya di Tata Surya. Hidrosfer Bumi pada umumnya terdiri dari lautan, namun secara teknis juga mencakup semua perairan yang terdapat di permukaan Bumi, termasuk danau, sungai, laut pedalaman, dan air bawah tanah di kedalaman 2.000 m. Perairan terdalam dari permukaan Bumi adalah Challenger Deep di Palung Mariana, Samudra Pasifik, dengan kedalaman 10.911,4 m di bawah permukaan laut.

Massa lautan kira-kira 1,35×1018 metrik ton, atau sekitar 1/4400 dari massa total Bumi. Lautan mencakup area seluas 3,618×108 km2, dengan kedalaman rata-rata 3.682 m, dan volume air sekitar 1,332×109 km3. Jika daratan di permukaan Bumi tersebar merata, maka ketinggian air akan naik lebih dari 2,7 km. Sekitar 97,5% perairan Bumi adalah air asin, sedangkan 2,5% sisanya adalah air tawar. Sekitar 68,7% air tawar yang terdapat di permukaan Bumi pada saat ini adalah es, sedangkan selebihnya membentuk danau, sungai, mata air, dan sebagainya.

Tingkat keasinan rata-rata lautan di Bumi adalah 35 gram garam per kilogram air laut (3,5% garam). Sebagian besar garam ini dihasilkan oleh aktivitas vulkanis atau hasil ekstraksi batuan beku. Lautan juga menjadi reservoir bagi gas atmosfer terlarut, yang keberadaannya sangat penting bagi kelangsungan hidup sebagian besar organisme air. Air laut memiliki pengaruh besar terhadap iklim dunia; lautan berfungsi sebagai reservoir panas utama. Perubahan suhu di lautan juga bisa menyebabkan perubahan cuaca di berbagai belahan dunia, misalnya El Niño–Osilasi Selatan.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id

15. Atmosfer Bumi
      Rata-rata tekanan atmosfer di permukaan Bumi adalah 101,325 kPa, dengan ketingggian skala sekitar 5 km. Atmosfer mengandung 78% nitrogen dan 21% oksigen, selebihnya adalah uap air, karbon dioksida, dan molekul gas lainnya. Ketinggian troposfer beragam menurut garis lintang, berkisar antara 8 km di wilayah kutub hingga 17 km di wilayah khatulistiwa, dan beberapa variasi yang diakibatkan oleh faktor musim dan cuaca.

Biosfer Bumi secara perlahan telah memermak komposisi atmosfer. Fotosintesis oksigenik berevolusi 2,7 miliar tahun yang lalu, yang membentuk atmosfer nitrogen-oksigen utama saat ini. Peristiwa ini memungkinkan terjadinya proliferasi organisme aerobik, serta pembentukan lapisan ozon yang menghalangi radiasi surya ultraungu memasuki Bumi dan menjamin kelangsungan kehidupan di darat. Fungsi atmosfer lainnya yang penting bagi kehidupan di Bumi adalah mengangkut uap air, menyediakan gas bernilai guna, membakar meteor berukuran kecil sebelum menghantam permukaan Bumi, dan memoderatori suhu. Fenomena yang terakhir dikenal dengan efek rumah kaca; proses penangkapan energi panas yang dipancarkan dari permukaan Bumi pada atmosfer sehingga meningkatkan suhu rata-rata. Uap air, karbon dioksida, metana, dan ozon merupakan gas rumah kaca utama pada atmosfer Bumi. Tanpa pemancaran panas ini, suhu rata-rata di permukaan Bumi akan mencapai −18 °C, berbeda jauh dengan suhu rata-rata saat ini (+15 °C), dan kehidupan kemungkinan besar tidak akan bisa bertahan.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Lapisan Atmosfer Bumi

16. Cuaca Dan Iklim
      Atmosfer Bumi tidak memiliki batas pasti, secara perlahan menipis dan mengabur ke angkasa luar. Tiga perempat massa atmosfer berada pada ketinggian 11 kilometer dari permukaan Bumi. Lapisan terbawah ini disebut dengan troposfer. Energi dari Matahari memanaskan lapisan ini, serta permukaan di bawahnya, yang menyebabkan terjadinya pemuaian udara. Udara pada lapisan ini kemudian bergerak naik dan digantikan oleh udara dingin dengan kelembaban yang lebih tinggi. Akibatnya, terjadi sirkulasi atmosferik yang memicu pembentukan cuaca dan iklim melalui pendistribusian kembali energi panas.

Dampak utama sirkulasi atmosferik adalah terjadinya angin pasat di wilayah khatulistiwa yang berada pada garis lintang 30° dan angin barat di wilayah-wilayah lintang tengah antara 30° dan 60°. Arus laut juga menjadi faktor penting dalam menentukan iklim, terutama sirkulasi termohalin yang menyebarkan energi panas dari lautan di khatulistiwa ke wilayah kutub.

Uap air yang dihasilkan melalui penguapan di permukaan Bumi diangkut oleh pola sirkulasi di atmosfer. Saat atmosfer melakukan pengangkatan udara hangat dan lembab, uap air akan mengalami kondensasi dan mengendap ke permukaan Bumi melalui proses presipitasi. Air yang diturunkan ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan kemudian diangkut menuju ketinggian yang lebih rendah oleh sungai dan biasanya kembali ke laut atau bermuara di danau. Peristiwa ini disebut dengan siklus air, yang merupakan mekanisme penting untuk mendukung kelangsungan kehidupan di darat dan faktor utama yang menyebabkan erosi di permukaan Bumi pada periode geologi. Pola presipitasi atau curah hujan ini sangat beragam, berkisar dari beberapa meter air per tahun hingga kurang dari satu milimeter. Sirkulasi atmosferik, topologi, dan perbedaan suhu juga menentukan curah hujan rata-rata yang turun di setiap wilayah.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Iklim Bumi

17. Medan Magnet Bumi
      Medan magnet Bumi diperkirakan terbentuk karena dipole magnetik, dengan kutub magnet berada pada kutub geografi Bumi. Pada khatulistiwa medan magnet, kekuatan medan magnet di permukaan Bumi mencapai 3.05 × 10−5 T, dengan momen dipole magnet global 7.91 × 1015 T m3. Menurut teori dinamo, medan magnet dihasilkan di dalam wilayah inti luar tempat energi panas menciptakan gerakan konveksi material konduksi dan menghasilkan arus listrik. Proses ini pada gilirannya menciptakan medan magnet Bumi. Gerakan konveksi pada inti Bumi berlangsung dengan tidak teratur; kutub magnet melayang dan secara berkala mengubah arah gaya magnet. Hal ini memicu terjadinya pembalikan medan pada interval tak beraturan, yang berlangsung beberapa kali setiap jutaan tahun. Pembalikan medan terakhir terjadi sekitar 700.000 tahun yang lalu.

Medan magnet membentuk lapisan magnetosfer, yang berfungsi membiaskan partikel yang terkandung dalam angin surya. Tepi medan magnet yang mengarah ke Matahari berjarak sekitar 13 kali radius Bumi. Tabrakan antara medan magnet dan angin surya menghasilkan sabuk radiasi Van Allen, yakni area berbentuk torus konsentris dengan partikel bermuatan energi. Saat plasma memasuki atmosfer Bumi pada kutub magnet, maka terbentuklah aurora.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Medan Magnet Bumi

18. Sudut Pandang Sejarah Dan Budaya Bumi
        Simbol astronomi standar Bumi berbentuk palang yang dikelilingi oleh sebuah lingkaran.
Tidak seperti planet lainnya di Tata Surya, sebelum abad ke-16, manusia tidak menganggap Bumi sebagai objek bergerak yang mengelilingi Matahari pada orbitnya. Bumi seringkali diumpamakan sebagai dewa atau dewi. Dalam banyak budaya, dewi semesta juga dilambangkan sebagai dewa kesuburan. Mitos penciptaan dalam sudut pandang berbagai agama menjelaskan bahwa Bumi diciptakan oleh Tuhan atau dewa. Sejumlah agama, terutama kaum fundamental Protestan atau Islam, menyatakan bahwa kisah penciptaan Bumi dan asal usul kehidupan dalam kitab suci adalah kebenaran hakiki dan harus dipertimbangkan untuk menggantikan teori ilmiah . Pernyataan tersebut ditentang oleh kalangan ilmiah dan oleh kelompok keagamaan lainnya. Perdebatan yang cukup menonjol adalah kontroversi penciptaan evolusi.
Di masa lalu, terdapat anggapan yang meyakini bahwa Bumi itu datar, namun anggapan ini digantikan oleh Bumi bulat, konsep yang diperkenalkan oleh Pythagoras (abad ke-6 SM). Kebudayaan manusia telah mengembangkan berbagai pandangan mengenai Bumi, termasuk perumpamaan sebagai dewa planet, bentuknya yang datar, posisinya sebagai pusat alam semesta, dan Prinsip Gaia pada zaman modern, yang menyatakan bahwa Bumi adalah organisme tunggal yang mampu mengatur dirinya sendiri.

19. Perbandingan Bumi
      Yang terakhir mari kita bandingkan ukuran planet bumi dengan planet lain,bintang dan galaksi.

19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
 Bumi dan Bulan
19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
 Bumi-Bulan-Markurius,mars-venus
19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
 Bumi dan Planet dalam Tata Surya
19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
 Bumi dan Semua Planet Dalam Tata Surya
19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
 Bumi Dan Matahari
19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
 Bumi Dan Bintang Lain
19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id
Bumi Dan Galaksi Bimasakti
19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat belajarsemesta.blogspot.co.id


Masihkah kita bisa menyombongkan diri ? bumi kita hanya setitik debu dibandingkan bintang besar lainnya, bintang besar hanya setitik debu dibandingkan galaksi bimasakti, sedangkan galaksi bimasakti sendiri hanyalah setitik debu dalam skala Observable Universe.


Seperti Biasa Budayakan Membaca Lebih Dari Satu Sumber. Terimaksih

Berlangganan via email (gratis)

0 Response to "19 Penjelasan Untuk Memahami Bumi Lebih dekat"

Post a Comment